MANUSA TER – KURUS SEDUNIA

Lizzie Velasquez

Elizabeth Anne Velásquez lahir pada 13 Maret 1989. Wanita yang di panggil dengan namaLizzie ini ialah seorang motivator, aktivis, pengarang dan content creator youtube asal Amerika Serikat. Ia terlahir dengan kondisi penyakit bawaan yang langka yang disebut sindrom marfanoid-progeroid-lipodistrofi. Sindrom ini mengakibatkan ia mengalami kesulitan dalam menambah lemak dan meningkatkan berat badan sehingga tubuhnya tidak bisa gemuk. Karena kondisi tersebut, ia mengalami bullying sejak kecil.

Ketika beranjak remaja, ia menghadapi bullying cyber yang kemudian menginspirasinya untuk menjadi motivator di hadapan publik. Kondisi Lizzie terbilang sangat langka, bahkan tidak terdiagnosa sebelumnya.Jika dibandingkan dengan kondisi lain khususnya progeria, terdapat sejumlah kemiripan. Menurut para peneliti kesehatan di Pusat Medis Universitas Texas Barat Daya, ada kemungkinan bahwa kondisi yang Lizzie alami adalah bentuk dari sindrom progeroid neonatal (sindrom Wiedemann-Rautenstrauch) karena tidak mempengaruhi tulang, organ tubuh dan gigi Lizzie yang sehat. Secara medis, Lizzie tidak bisa meningkatkan berat badannya.

Ia tidak pernah punya berat badan lebih dari 29 kg dan berdasarkan laporan, ia hampir memiliki lemak tubuh sebesar 0%. Oleh karena itu, ia juga harus banyak mengonsumsi makanan dengan porsi yang kecil dan makanan ringan sepanjang hari dengan jumlah kalori harian rata-rata berkisar antara 5.000 dan 8.000. Kelainan yang Lizzie alami tak hanya berdampak pada berat badan namun juga dalam hal penglihatan. Sejak ia berusia 4 tahun, mata kanannya mengalami kebutaan. Sementara itu mata kirinya mengalami gangguan penglihatan.

Valeria Levitin

Valeria Levitin adalah seorang wanita asal Rusia yang tinggal di Monako. Ia memiliki tinggi 172 cm dengan bobot badan hanya 26 kg. Valeria menceritakan bahwa dulunya sang Ibu memiliki ketakutan bahwa Valeria akan tumbuh gemuk seperti anggota keluarga mereka yang lain. Bahkan ketika Valeria masih anak-anak, ibunya telah menerapkan diet ketat.

Saat Valeria muda ia memang memiliki tubuh yang berisi, sebenarnya bentuk tubuh Valeria kala itu bukan suatu masalah yang besar. Hanya saja sang ibu yang sangat perfeksionis berusaha mengontrol makanan yang dikonsumsi Valeria. Karena tubuhnya terlalu lama mendapatkan treatment diet yang ekstrim, tubuh Valeria kini tak bisa menerima gula dan karbohidrat yang masuk. Selama lebih dari 10 tahun usai tubuhnya menjadi sangat kurus, Valeria telah mendatangi sekitar 30 pakar kesehatan.Sebagian orang menyampaikan iba atas kondisi yang dialaminya. Namun sebagian lainnya justru menjadikan Valeria sebagai sosok wanita inspiratif, karena berhasil menurunkan berat badan. “Saya ingin berdiri untuk anoreksia. Saya tidak pernah menyerah pada apa pun dalam hidup dan saya tidak akan menyerah sekarang,” ujarnya.

Loana Spangenberg

Sebagai seorang model, Loana Spangenberg membantah tuduhan bahwa tubuhnya yang ramping adalah akibat dari gangguan Anoreksia nervosa. Model asal Rumania ini memang diketahui mempunyai ukuran lingkar pinggang yang super kecil, yaitu hanya berkisar 50 cm. Sementara, ukuran pinggul Loana Spangenberg adalah 81 cm. Loana  juga menegaskan bahwa meskipun ia mengonsumsi makanan dengan kalori berat setiap hari, tetapi berat badannya cenderung konstan, yaitu hanya sekitar 38 kg. Dengan ukuran pinggang serta berat badan minimum, Loana Spangenberg pun makin terlihat seperti ‘jam pasir’ lantaran tinggi badannya mencapai 167,64 cm. Dia bahkan menjelaskan lebih jauh betapa dia sudah dan sedang mencoba untuk menambah berat badannya dengan memakan makanan tiga kali sehari yang terdiri dari makanan berkalori tinggi seperti pizza, kebab, ataupun keripik.

Edit