Bulan: Juli 2020

MANUSIA TER – KURUS SEDUNIA

Lizzie Velasquez

Elizabeth Anne Velásquez lahir pada 13 Maret 1989. Wanita yang di panggil dengan namaLizzie ini ialah seorang motivator, aktivis, pengarang dan content creator youtube asal Amerika Serikat. Ia terlahir dengan kondisi penyakit bawaan yang langka yang disebut sindrom marfanoid-progeroid-lipodistrofi. Sindrom ini mengakibatkan ia mengalami kesulitan dalam menambah lemak dan meningkatkan berat badan sehingga tubuhnya tidak bisa gemuk. Karena kondisi tersebut, ia mengalami bullying sejak kecil.

Ketika beranjak remaja, ia menghadapi bullying cyber yang kemudian menginspirasinya untuk menjadi motivator di hadapan publik. Kondisi Lizzie terbilang sangat langka, bahkan tidak terdiagnosa sebelumnya.Jika dibandingkan dengan kondisi lain khususnya progeria, terdapat sejumlah kemiripan. Menurut para peneliti kesehatan di Pusat Medis Universitas Texas Barat Daya, ada kemungkinan bahwa kondisi yang Lizzie alami adalah bentuk dari sindrom progeroid neonatal (sindrom Wiedemann-Rautenstrauch) karena tidak mempengaruhi tulang, organ tubuh dan gigi Lizzie yang sehat. Secara medis, Lizzie tidak bisa meningkatkan berat badannya.

Ia tidak pernah punya berat badan lebih dari 29 kg dan berdasarkan laporan, ia hampir memiliki lemak tubuh sebesar 0%. Oleh karena itu, ia juga harus banyak mengonsumsi makanan dengan porsi yang kecil dan makanan ringan sepanjang hari dengan jumlah kalori harian rata-rata berkisar antara 5.000 dan 8.000. Kelainan yang Lizzie alami tak hanya berdampak pada berat badan namun juga dalam hal penglihatan. Sejak ia berusia 4 tahun, mata kanannya mengalami kebutaan. Sementara itu mata kirinya mengalami gangguan penglihatan.

Valeria Levitin

Valeria Levitin adalah seorang wanita asal Rusia yang tinggal di Monako. Ia memiliki tinggi 172 cm dengan bobot badan hanya 26 kg. Valeria menceritakan bahwa dulunya sang Ibu memiliki ketakutan bahwa Valeria akan tumbuh gemuk seperti anggota keluarga mereka yang lain. Bahkan ketika Valeria masih anak-anak, ibunya telah menerapkan diet ketat.

Saat Valeria muda ia memang memiliki tubuh yang berisi, sebenarnya bentuk tubuh Valeria kala itu bukan suatu masalah yang besar. Hanya saja sang ibu yang sangat perfeksionis berusaha mengontrol makanan yang dikonsumsi Valeria. Karena tubuhnya terlalu lama mendapatkan treatment diet yang ekstrim, tubuh Valeria kini tak bisa menerima gula dan karbohidrat yang masuk. Selama lebih dari 10 tahun usai tubuhnya menjadi sangat kurus, Valeria telah mendatangi sekitar 30 pakar kesehatan.Sebagian orang menyampaikan iba atas kondisi yang dialaminya. Namun sebagian lainnya justru menjadikan Valeria sebagai sosok wanita inspiratif, karena berhasil menurunkan berat badan. “Saya ingin berdiri untuk anoreksia. Saya tidak pernah menyerah pada apa pun dalam hidup dan saya tidak akan menyerah sekarang,” ujarnya.

Loana Spangenberg

Sebagai seorang model, Loana Spangenberg membantah tuduhan bahwa tubuhnya yang ramping adalah akibat dari gangguan Anoreksia nervosa. Model asal Rumania ini memang diketahui mempunyai ukuran lingkar pinggang yang super kecil, yaitu hanya berkisar 50 cm. Sementara, ukuran pinggul Loana Spangenberg adalah 81 cm. Loana  juga menegaskan bahwa meskipun ia mengonsumsi makanan dengan kalori berat setiap hari, tetapi berat badannya cenderung konstan, yaitu hanya sekitar 38 kg. Dengan ukuran pinggang serta berat badan minimum, Loana Spangenberg pun makin terlihat seperti ‘jam pasir’ lantaran tinggi badannya mencapai 167,64 cm. Dia bahkan menjelaskan lebih jauh betapa dia sudah dan sedang mencoba untuk menambah berat badannya dengan memakan makanan tiga kali sehari yang terdiri dari makanan berkalori tinggi seperti pizza, kebab, ataupun keripik.

WANITA DENGAN REKOR TERTUA DI DUNIA

Siapa yang tak ingin awet muda dan berumur panjang? Ya semua ingin bukan? Tetapi pada hakikatnya banyak manusia yang kehilangan nyawa di bawah 100 tahun, tetapi pada kali ini terdapat manusia terlebih ia adalah seorang wanita yang bertahan hidup sampai dengan usia di angka 117 tahun! Ya kenalkan, Kana Tanaka wanita asal Jepang yang lahir pada 2 Januari 1903 , di  Higashi-ku, Fukuoka, Prefektur Fukuoka, Jepang.

Kana Tanaka adalah wanita peraih rekor muri wanita tertua di dunia oleh Guinness World Records dengan predikat wanita tertua di dunia. Kana Tanaka pun masih terlihat bugar di usianya yang telah lebih dari satu abad. Sebelum Kana Tanaka, rekor  wanita tertua di dunia dipegang oleh seorang wanita Prancis bernama Jeanne Louise Calment, yang hidup hingga usia 122 tahun. Kane Tanaka menerima rekor ini untuk kali pertama saat berusia 116 tahun 66 hari pada 9 Maret 2019.

Kane Tanaka lahir secara prematur pada tahun 1903, dia adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara. Dia menikah dengan Hideo Tanaka pada tahun 1922. Ketika suaminya dipanggil untuk militer pada 1937, Kane Tanaka banyak terlibat dalam bisnis keluarganya, seperti membuat kue beras sambil menjaga anak-anak dan ibu mertuanya. Mereka memiliki 4 anak dan mengadopsi anak kelima. Meski telah menjalani beberapa operasi, seperti katarak dan kanker kolorektal, Kane kini menjalani kehidupan yang damai di panti jompo.

Sekarang Kane Kanaka menjalani kehidupan yang tenang di panti jompo. Salah satu hiburan favorit Kane adalah permainan Othello. Othello adalah permainan yang menggunakan strategi. Kane pun bahkan ahli dalam permainan itu dan sering mengalahkan orang – orang. Tidak ada hal khusus Kane Tanaka bisa memiliki usia yang panjang . Tetapi, Kane biasanya bangun tidur pukul 6 pagi dan suka belajar matematika. Kane baru memperpanjang rekornya sebagai orang tertua di dunia saat merayakan ulang tahun ke-117 di panti jompo Fukuoka, Jepang . Dilansir Reuters, Minggu 5 Januari 2020, Kane Tanaka merayakan ulang tahun dengan pesta bersama staf dan teman-temannya di panti jompo di Fukuoka.Stasiun televisi lokal TVQ Kyushu Broadcasting Co juga menayangkan ulang tahun Tanaka itu. Tanaka, yang berulang tahun pada 2 Januari itu tampak gembira menggigit potongan dari kue ulang tahunnya. Lalu Kane juga mempunyai hobi yang cukup menarik nih guys yakni bermain judi sbobet bola online di Link Sbobet Terbaru.

Enak” katanya sambil tersenyum.

Saya mau tambah lagi” imbuhnya. Usia Tanaka juga menjadi simbol tingginya populasi lansia di Negeri Sakura, yang bertolak belakang dengan angka kelahiran yang turun signifikan. Anjloknya angka kelahiran di Jepang telah menimbulkan kekhawatiran akan kurangnya tenaga kerja usia muda dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berangkat dari data Kementerian Kesejahteraan Jepang yang mencatat jumlah bayi yang lahir di Jepang menurun jadi sekitar 5,9 persen tahun lalu menjadi kurang dari 900.000.

Angka itu menjadi angka terendah untuk pertama kali sejak pemerintah mulai mengumpulkan data kelahiran pada 1899.  Dilansir Kompas.com, Orang Jepang cenderung memiliki umur panjang dan mendominasi daftar orang tertua yang hidup di dunia. Kebiasaan makan yang tidak sehat dan berujung obesitas masih relatif jarang di Jepang. Tradisi kuliner Jepang masih berfokus pada ikan, nasi, sayuran, dan makanan lain yang rendah lemak. Umur juga dihormati secara tradisional di negara itu. Orang akan tetap aktif dan merasa bermanfaat hingga usia 80-an dan seterusnya.