WANITA DENGAN REKOR TERTUA DI DUNIA

Siapa yang tak ingin awet muda dan berumur panjang? Ya semua ingin bukan? Tetapi pada hakikatnya banyak manusia yang kehilangan nyawa di bawah 100 tahun, tetapi pada kali ini terdapat manusia terlebih ia adalah seorang wanita yang bertahan hidup sampai dengan usia di angka 117 tahun! Ya kenalkan, Kana Tanaka wanita asal Jepang yang lahir pada 2 Januari 1903 , di  Higashi-ku, Fukuoka, Prefektur Fukuoka, Jepang.

Kana Tanaka adalah wanita peraih rekor muri wanita tertua di dunia oleh Guinness World Records dengan predikat wanita tertua di dunia. Kana Tanaka pun masih terlihat bugar di usianya yang telah lebih dari satu abad. Sebelum Kana Tanaka, rekor  wanita tertua di dunia dipegang oleh seorang wanita Prancis bernama Jeanne Louise Calment, yang hidup hingga usia 122 tahun. Kane Tanaka menerima rekor ini untuk kali pertama saat berusia 116 tahun 66 hari pada 9 Maret 2019.

Kane Tanaka lahir secara prematur pada tahun 1903, dia adalah anak ke 7 dari 8 bersaudara. Dia menikah dengan Hideo Tanaka pada tahun 1922. Ketika suaminya dipanggil untuk militer pada 1937, Kane Tanaka banyak terlibat dalam bisnis keluarganya, seperti membuat kue beras sambil menjaga anak-anak dan ibu mertuanya. Mereka memiliki 4 anak dan mengadopsi anak kelima. Meski telah menjalani beberapa operasi, seperti katarak dan kanker kolorektal, Kane kini menjalani kehidupan yang damai di panti jompo.

Sekarang Kane Kanaka menjalani kehidupan yang tenang di panti jompo. Salah satu hiburan favorit Kane adalah permainan Othello. Othello adalah permainan yang menggunakan strategi. Kane pun bahkan ahli dalam permainan itu dan sering mengalahkan orang – orang. Tidak ada hal khusus Kane Tanaka bisa memiliki usia yang panjang . Tetapi, Kane biasanya bangun tidur pukul 6 pagi dan suka belajar matematika. Kane baru memperpanjang rekornya sebagai orang tertua di dunia saat merayakan ulang tahun ke-117 di panti jompo Fukuoka, Jepang . Dilansir Reuters, Minggu 5 Januari 2020, Kane Tanaka merayakan ulang tahun dengan pesta bersama staf dan teman-temannya di panti jompo di Fukuoka.Stasiun televisi lokal TVQ Kyushu Broadcasting Co juga menayangkan ulang tahun Tanaka itu. Tanaka, yang berulang tahun pada 2 Januari itu tampak gembira menggigit potongan dari kue ulang tahunnya.

Enak” katanya sambil tersenyum.

Saya mau tambah lagi” imbuhnya. Usia Tanaka juga menjadi simbol tingginya populasi lansia di Negeri Sakura, yang bertolak belakang dengan angka kelahiran yang turun signifikan. Anjloknya angka kelahiran di Jepang telah menimbulkan kekhawatiran akan kurangnya tenaga kerja usia muda dan prospek masa depan pertumbuhan ekonomi. Hal ini berangkat dari data Kementerian Kesejahteraan Jepang yang mencatat jumlah bayi yang lahir di Jepang menurun jadi sekitar 5,9 persen tahun lalu menjadi kurang dari 900.000.

Angka itu menjadi angka terendah untuk pertama kali sejak pemerintah mulai mengumpulkan data kelahiran pada 1899.  Dilansir Kompas.com, Orang Jepang cenderung memiliki umur panjang dan mendominasi daftar orang tertua yang hidup di dunia. Kebiasaan makan yang tidak sehat dan berujung obesitas masih relatif jarang di Jepang. Tradisi kuliner Jepang masih berfokus pada ikan, nasi, sayuran, dan makanan lain yang rendah lemak. Umur juga dihormati secara tradisional di negara itu. Orang akan tetap aktif dan merasa bermanfaat hingga usia 80-an dan seterusnya.

Edit